Posted in Film, Hiburan

Review Film Indonesia “Critical Eleven”

Reza Rahadian kembali hadir di film terbarunya. Kali ini aktor peraih piala Citra itu hadir di film bergenre drama romantis berjudul Critical Eleven. Sejak diumumkan akan membintangi film garapan Monty Tiwa dan Robert Ronny ini, antusias publik begitu tinggi. Selain karena penampilannya yang selalu dinanti, kisah film ini juga diangkat dari novel best seller yang sudah memiliki basis penggemar yang tinggi.

Seperti diketahui sejak pertama kali diluncurkan, novel Critical Eleven telah terjual lebih dari 1000 eksemplar hanya dalam waktu 11 menit saja. Dalam tiga bulan awal saja, novel tersebut telah dicetak ulang hingga tujuh kali. Euphorianya bahkan sempat merajai trending topic kala itu.

Kisah film Critical Eleven bermula dari pertemuan Anya (Adinia Wirasti) dan Ale (Reza Rahadian) dalam perjalanan pesawat menuju Sydney, Australia. Hubungan mereka lalu berlanjut ke jenjang yang lebih serius hingga akhirnya keduanya menikah. Demi cintanya pada Ale, Anya rela meninggalkan kehidupannya yang nyaris sempurna di Jakarta. Karir yang cemerlang dan sahabat-sahabat dekatnya rela ia tinggalkan demi menuruti permintaan Ale pindah ke New York, Amerika Serikat.

Kota New York menjadi saksi keromantisan Ale dan Anya. Kebahagiaan mereka pun semakin bertambah dengan kehamilan Anya. Sayangnya sebuah insiden tak terduga terjadi hingga mengubah kisah manis Ale dan Anya. Mereka pun dihadapkan pada problematika yang menguji jalinan cinta mereka. Sanggupkah Ale dan Anya bertahan?

Chemistry tak terbantahkan

Critical Eleven dibungkus dalam balutan drama romance yang cukup kental. Dengan durasi film yang panjang, kamu akan disuguhi adegan-adegan manis yang siap memanjakan mata. Apalagi dengan sentuhan akting para aktor-aktris pendukungnya, sulit rasanya tidak jatuh cinta dengan film ini. Kamu pun akan terlena melihat pemandangan indah kota New York yang menjadi setting cerita filmnya.

Bicara soal chemistry, Adinia Wirasti dan Reza Rahadian jelas juaranya. Seakan sudah tak lagi canggung, keduanya mampu menghadirkan adegan mesra tanpa cela. Rentetan adegan kissing hadir lebih intens dibanding film-film Indonesia pada umumnya. Film ini tampil lebih berani seakan menjadi representasi kehidupan kaum urban masa kini.

Deretan aktor pendukung juga mampu memberikan magnet tersendiri sesuai porsinya. Apalagi melihat penampilan aktor kawakan, Slamet Rahardjo yang sukses mencuri perhatian meski tampil dalam porsi sedikit. Sayangnya alur cerita yang panjang dan bertele-tele tak jarang menggelincirkan penonton pada titik jenuh. Isi novel pun seolah ingin dijejalkan semua dalam filmnya.

Di luar segala kelebihan dan kelemahan filmnya, Critical Eleven tetap memberikan tontonan yang asyik dan sayang dilewatkan begitu saja. Penonton akan diajak menangis dan tertawa menyelami manis-pahitnya kisah Ale dan Anya.

Selain Reza dan Asti, film produksi Starvision Plus dan Legacy Pictures ini juga dibintangi oleh Astrid Tiar, Hannah Al Rashid, Hamish Daud, Widyawati, Slamet Rahardjo, dan Revalina S. Temat. Deretan pemain pendatang baru pun tak mau kalah unjuk gigi seperti Aci Resti, Anggika Bolsterli, hingga Refal Hady, pemeran film Galih dan Ratna. Critical Eleven tayang di bioskop mulai 10 Mei 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s